Apakah Bekerja di Startup Benar Menyenangkan ?
Budaya kerja startup banyak yang bilang menyenangkan dan sangat menarik. Startup sendiri adalah perusahaan baru yang memang masih berusia muda, sedang dalam tahap pengembangan dan penelitian, agar menemukan segmentasi pasar yang tepat. Banyak anak muda yang disarankan bekerja di startup sebagai pekerjaan pertama mereka sebab akan ada banyak hal yang bisa dipelajari dari perusahaan rintisan ini. Soal budaya kerja, sudah pasti startup juga masih dalam mengembangkan. Tapi, bukan berarti tidak ada sama sekali kultur startup. Beberapa perusahaan startup yang tengah berkembang seperti halojasa misalnya, yang menerapkan budaya kerja yang santai, dimana karyawan bahkan dapat memesan layanan refleksi terdekat dari kantor menggunakan aplikasi mereka sendiri.
Jangan kaget juga ya, kalau di budaya kerja startup, kamu akan menemukan situasi di mana atasan tidak ragu atau segan, makan siang bersama dengan karyawannya. Misalnya, saat semua pekerjaan bulan ini tercapai, dirayakan dengan makan siang bersama. Kalau di korporasi, yang seperti ini akan dihadiri oleh anggota tim, kalau di startup, atasan atau CEO bisa ikut gabung!
Dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, Kita jadi punya tambahan ilmu, sebagai bekal di masa depan. Atau, kalau misal masih ragu dengan karier yang ingin dijalani, memiliki beberapa jenis pekerjaan di startup bisa membantu kita meyakinkan diri, posisi kerja apa yang sesuai keinginan.
Nah itu dia beberapa poin plus dari bekerja di sebuah startup. Tentu tidak semua startup memiliki budaya kerja yang sama. Kembali lagi kepada sifat karyawan nya masing-masing yang akan menciptakan vibe kerja yang nyaman. Seperti penulis sampaikan di awal, halo jasa adalah salah satu perusahaan dengan budaya kerja yang menyenangkan dengan kelonggaran aktifitas dimana bahkan mereka bisa memesan layanan refleksi kaki ditengah jam kerja.
Karyawan bisa kontak langsung dengan bos
Karena tidak adanya hierarki yang disebutkan di atas, Kita juga bisa kontak langsung serta komunikasi dengan atasan. Kalau biasanya, di korporasi, berbicara langsung dengan bos adalah momen yang langka dan sangat spesial, di startup, Kita bisa setiap hari bertemu langsung dan mendiskusikan ide-ide fresh. Bahkan kalau ingin mendiskusikan suatu hal ke atasan, sangat bisa sekali.Jangan kaget juga ya, kalau di budaya kerja startup, kamu akan menemukan situasi di mana atasan tidak ragu atau segan, makan siang bersama dengan karyawannya. Misalnya, saat semua pekerjaan bulan ini tercapai, dirayakan dengan makan siang bersama. Kalau di korporasi, yang seperti ini akan dihadiri oleh anggota tim, kalau di startup, atasan atau CEO bisa ikut gabung!
Bisa melakukan banyak job desc
Yang satu ini, adalah kultur yang punya dua sisi: positif dan negatif. Namun, karena yang sedang dibahas adalah hal yang menyenangkan dari budaya kerja perusahaan rintisan, maka melakukan banyak job desc ini bisa memiliki beberapa keuntungan. Sisi positif dari memiliki job description atau lingkup kerja banyak adalah bisa tahu dan banyak belajar, soal posisi kerja di kantor. Misalnya, public relation yang merangkap jadi content creator untuk promosi pekerjaan. Content writer yang merangkap copywriter, dsb.Dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, Kita jadi punya tambahan ilmu, sebagai bekal di masa depan. Atau, kalau misal masih ragu dengan karier yang ingin dijalani, memiliki beberapa jenis pekerjaan di startup bisa membantu kita meyakinkan diri, posisi kerja apa yang sesuai keinginan.
Waktu kerja cenderung fleksibel
Korporasi besar ataupun pemerintahan, memiliki waktu kerja yang sudah ditentukan. Kebanyakan, mulai dari jam 8 pagi, sampai 5 sore. Meski startup juga memiliki waktu kerja yang sudah ditentukan, namun kenyataannya, jam kerja ini jadi lebih fleksibel. Kalau kita sudah menyelesaikan pekerjaan hari itu, ya, bisa santai sejenak, atau bahkan pulang. Jangan heran, ini memang benar terjadi kok! Beberapa startup bahkan memperbolehkan karyawannya bekerja penuh dari rumah, bahkan memesan jasa refleksi terdekat sekalipun.Tidak ada hierarki bos dan karyawan
Sebagai perusahaan yang masih dirintis, dengan jumlah karyawan yang kurang dari seratus orang, hierarki antara bos dan karyawan yang biasanya nampak di korporasi besar, tidak akan terlihat di startup. Hierarki ini, bahkan tidak atau belum ada sama sekali. Kita bisa dengan bebas berkomunikasi atau menemui bos langsung, untuk membicarakan perusahaan. Ujungnya, hubungan antara bos dan karyawan pun bisa lebih fleksibel dan kasual. Tidak ada yang namanya terlalu segan ketika harus bertemu dengan bos. Di startup, bos malah layaknya rekan kerja.Nah itu dia beberapa poin plus dari bekerja di sebuah startup. Tentu tidak semua startup memiliki budaya kerja yang sama. Kembali lagi kepada sifat karyawan nya masing-masing yang akan menciptakan vibe kerja yang nyaman. Seperti penulis sampaikan di awal, halo jasa adalah salah satu perusahaan dengan budaya kerja yang menyenangkan dengan kelonggaran aktifitas dimana bahkan mereka bisa memesan layanan refleksi kaki ditengah jam kerja.


Belum ada Komentar
Posting Komentar